Wednesday, 31 Desember 2014
Teman
sama sahabat itu beda ga sih?
Setau gue beda, dalam suatu
riwayat dikatakan bahwa ada orang yang begitu kagum dengan teman Ali ibn Abi
Thalib r.a yang begitu banyak, kemudian dia berkata,”wahai Ali,begitu banyak
sahabatmu. Berapakah jumlahnya?,jawab Sayyidina Ali,”nanti akan ku hitung
setelah aku mendapatkan musibah” (H.R Muttafaq ‘Alaih)
Gue
ga akan ngomongin soal hadits yang mana, perawi yang mana,tahun berapa dan
lain-lain. Gue Cuma mau ngambil intinya, bukankah mutiara itu meski keluar dari
lumpur dia tetap sebuah mutiara? Anda pasti lebih tau daripada saya.
Intinya,
temen itu apa sih? Bisa ga temen itu “naik pangkat”jadi sahabat? Dan sahabat
itu apa?
Setau
gue dari buku-buku yang gue baca, nasehat yang gue denger, dan diskusi yang gue
pahami, teman itu orang yang mengenalmu dan berada di lingkungan sosialmu.
Sedangkan sahabat, adalah orang yang mengenalmu, memahami, bersamamu dalam
keadaan baik atau buruk. Yang paling gampang adalah teman itu mengatakan apa
yang ingin kamu dengar sedangkan sahabat itu mengatakan hal yang ingin dan
tidak ingin kamu dengar. Itu definisi menurut gue. Setiap orang punya persepsi
masing-masing.
Gue
punya banyak temen, ada yang seusia gue, ada yang bahkan lebih tua dari gue.
Yang alay? Banyak. Yang dewasa juga ada. Bahkan ada temen yang usianya lebih
tuaaa dari gue tapi alaynya lebih alay dari ABG labil ingusan. Yang gue lakukan
adalah mengambil pelajaran bercermin dari tingkah laku dan pola pikir mereka.
Gue
emang masih labil juga sih,, apalagi kalo lagi ngumpul sama temen SMA gue dulu.
Rame banget dah... tapi yang bisa di sebut sebagai sahabat yahh cuma beberapa
saja.
Contohnya
Julian, sahabat gue dari masih piyik sampe sekarang. Kita jarang sih
berkomunikasi karena, pertama jaraknya jauh. Dia masih kuliah di Solo, gue udah
kerja di Jakarta. Kedua, Julian itu introvert. Mungkin cuma gue yang ngerti
bahasa dia. Hahaha... tapi dia baik koq sama semua orang. Dari SD, MTs (setara
SMP) sampe SMK jadi satu sekolah melulu sama dia. Bahkan waktu SMK, kalo sore
gue ngajar anak-anak di TPQ sama dia juga, cuma beda kelas yang dibina.
Sampe
dia mau masuk kuliah masih ngajak gue. Berhubung gue ga ada dana buat kuliah,
gue ga bisa barengan sama dia. Komunikasi tetep ada cuma ga sesering jaman
sekolah dulu. Terutama waktu Julian udah punya pacar (gue ga tau pacar ke
berapa. Haha) Pacarnya sensi banget sama gue, secara Julian curhat apa-apa ke
gue (dulu). Dan gue mencoba ngertiin dengan sedikit menjaga jarak dari mereka.
Biar mereka juga bisa dewasa menghadapi masalah mereka sendiri.
Sahabat
gue banyak, ga bisa gue ceritain satu-satu. Alhamdulillaah gue dikasih
teman-teman yang baik sama Allaah SWT. Ada Novi, Yeta, Putri, Ali, Iwan,
Yasser, David, Fajar, Saif, dll. Ga muat kalo di daftar disini. Itu baru temen
dari angkatan SMA. Kalo SD,SMP mah lain lagi orangnya. J
Dari
sekian banyak sahabat dan teman yang gue punya, yang paling penting menurut gue
adalah komunikasi terutama menyapa mereka meski cuma di BBM (Blackberry
Messenger) atau tag foto di Facebook, bikin acara reuni bayangan yang cuma
didatengi beberapa temen yang punya waktu luang. Tapi dari semua usaha gue itu,
gue cuma berharap semoga silaturrahim ini tetep terjaga meski sedikit
partisipannya.
And
at least,
Alhamdulillaahi
Robbil ‘Alaamiin.
Lots
of love,
Alya a.k.a Roro Ayu Ngabei Cokro Airlangga
Diningrat


